Dollar Cost Averaging

Dollar cost averaging adalah teknik membeli aset secara rutin dengan nilai rupiah yang tetap di setiap pembeliannya, walau harga aset sedang naik / turun. Teknik ini bisa disamakan dengan menabung, dan oleh karena itu cocok diterapkan di jangka panjang (lebih dari 6 bulan), dan tidak cocok untuk jangka pendek.

Kelebihan dari teknik ini adalah kita tidak perlu pusing menganalisa chart setiap harinya. Karena pada akhirnya kita akan mendapatkan harga rata-rata.
Memang kita tidak bisa tahu besok harga akan pump / dump, oleh karena itu dengan menggunakan harga rata-rata, diharapkan di jangka panjang secara overall, kita masih profit.
Contoh konsep dasarnya :
  1. Hari ini harga BTC adalah Rp 1 jt. Bila kita punya modal Rp 1 jt, maka kita mendapatkan 1 BTC.
  2. Besok harga BTC turun jadi Rp 500 rb. Bila kita punya modal Rp 1 jt (harus sama dengan sebelumnya), maka kita mendapatkan 2 BTC.
  3. Besok lusa harga BTC naik jadi Rp 2 jt. Bila kita punya modal Rp 1 jt (harus sama dengan sebelumnya), maka kita mendapatkan 0.5 BTC.
    Sehingga total dengan modal Rp 1 jt x 3 = Rp 3 jt, kita mendapatkan 3.5 BTC. Dan berarti harga rata-rata per BTC kita adalah Rp 3 jt : 3.5 BTC = +- Rp 857 rb.
  4. Bila besoknya lagi harga BTC jadi Rp 1 jt, maka total aset BTC kita senilai Rp 3,5 jt, dan sudah menghasilkan profit Rp 500 rb (+-16% dari modal) tanpa perlu pusing analisa grafik.
Simulasi kalau kita membeli crypto pada tiap tanggal sejak 1 Januari 2020 hingga hari ini 16:47:01 WIB, hari Kamis, tanggal 24 Juni 2021.